Sukadiri, 05/05/ 2018.
bertempat di Masjid Al hidayah sukadiri, kampung sukadiri Rt004/001 Desa sukadiri, Kecamatan sukadiri,Kabupaten Tangerang_banten. memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1439H, mengambil tema “ “Menujutkan ukhuwah islamiah dan menanamkan akhlakul karimah“”. Peringatan Isra’ Mi’raj dibuka dengan dilantunkan Ayat Suci Al Qur’an oleh Ustad Mukhta dan Ustad Antoni dari Tangrang.

Acara di meriah Hadro Al’Asoipah dan di hadiri warga sukadiri dan warga sekitarnya , warga sangat antusias menghadiri acara Isro Mi’roj Nabi Muhammad saw, selenggarakan di Masjid Al hidayah di balik acara tersebut singbangsi pemuda pemudi sukadiri dan anggota irmas al hidayah, terimakasih semua yang sudah berkerja keras untuk acara tersebut.
Dalam sambutannya kepala desa sukadiri Mad Yasin, mengatakan bahwa kita harus dapat mengambil hikmah dari peringati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Salah satu tujuan dari peringatan Isra’ Mi’raj adalah pencerahan keimanan, jika selama ini seorang Ustad menceramahi, maka sekarang mereka ikut mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh penceramah. Lebih lanjut beliau mengatakan, agar seluruh komponen masyarakat sukadiri dapat bersatu padu dalam menumbuh kembangkan desa sukadiri kebanggan kita ini.

Dalam sambutannya Kyai Jaka suara dalam ceramahnya beliau mengupas tentang hikmah perjalanan Isra’ Mi’raj dan implikasinya bagi kehidupan kita sekarang. Perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah merupakan salah satu dari tiga peristiwa penting yang dialami Rasulullah. Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang senantiasa kita peringati, karena sebagai umat Muhammad kita harus menyakini peristiwa yang Beliau alami, dalam Qur’an Surah At Takwir :27, yang artinya “Kemana kamu akan pergi?”. kemana kita akhirnya akan pergi? kecuali menuju kepada Allah SWT. Lebih lanjut oleh Kyai. Jaka suara mengatakan ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW.
buah dari keimanan yang kuat, Rasulullah adalah seseorang yang memiliki iman yang dalam kepada Allah SWT, iman yang dalam menyebabkan Rasulullah terpilih untuk melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj, sebagai contoh dalam kehidupan Rasulullah begitu setia kepada istrinya.

Dalam sambutannya Kyai sueib senopati dengan suara yang tegas dan lugas , dengan menerangkan dalam beribadah itu harus kejujuran (Shiddiq) Rasulullah, setelah Beliau melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj, Beliau menceritakannya kepada saudaranya apa yang telah ia jalani dalam waktu semalam. Sifat yang dimiliki Rasulullah selain shiddiq, istiqamah, Beliau adalah seorang konsisten dengan apa yang dia yakini, selanjutnya Fathanah atau cerdas, Rasulullah adalah seorang yang cerdas, dan sifat keempat tabligh atau komunikasi, dalam sebuah Hadis dikatakan seorang pembantu Rasulullah mengatakan” Aku menjadi pembantu Rasul, Demi Allah tidak pernah sekalipun Rasulullah menyenggakku”, terlihat bahwa Rasulullah tidak menggunakan kekerasan dalam memerintah.
Ujian bagi Umat Muhammad SAW, setelah Rasulullah menceritakan pengalaman perjalanan Isra’ Mi’raj yang Beliau lakukan dalam semalam, terjadi perpecahan diantara umat Muhammad, yang menjadi lebih yakin misalnya, abu bakar, dan ada yang berpaling atau ingkar, dalam Surah Al Ankabut : 3-4
Risalah shalat, ketika Rasulullah mencapai lapisan langit, Beliau mendapat risalah untuk melaksanakan shalat sebanyak 50 waktu, kemudian beliau turun dan Nabi Ibrahim mengatakan “Umatmu tidak akan sekuat umatku”, maka Rasulullah kembali naik untuk meminta keringanan, begitu terus bolak-balik hingga akhirnya tinggal 5 waktu. Nabi Ibrahim menyuruh Rasulullah untuk kembali meminta keringanan, tetapi Beliau mengatakan, jika umatku mengerjakan shalat.

Menurut ketua DKM masjid al hidayah Achmd Yani waktu dengan sempurna, maka kebaikannya akan setara. Dalam sebuah hadis”dalam shalat ada obat penyembuh baik penyakit hati atau penyakit fisik”, Rasulullah bersabda “ dalam Shalat ada penawar penyembuh”.
Demikian besar hikmah yang dapat kita ambil dari peringatan Isra’ Mi’raj, semoga dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga kita termasuk umat yang yakin akan perjalanan yang dilakukan Rasulullah.

Dalam sambutan ketua panitia PHBI Abdul Qodir Al Jaelani , mengajak seluruh masyarakat sukadiri untuk bersama membangun, kebersamaan, kekompakaan dalam bermasyarakat selalu taat dalam beribadah, jika berpatok pada Rasulullah SAW, maka perlu pengalaman external untuk dapat memimpin umat. Rasulullah merupakan sosok the most successful leader.
Di hadiri oleh para ulama, Abuya payumi,ustad wawan, ustad Aef,Ustad punding, pengurus DKM masjid al hidaya dan tokoh masyarakat dan anggota irmas al hidayah sukadiri,Aparatur pemerintah desa sukadiri, Tni/Polri.